0878 3846 6396
Kadekrowo, Gilangharjo, Pandak - Bantul
blog-img
24/12/2021

Hari Bela Negara ke-73

admin | Kegiatan Sekolah

Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan, 19  Desember dipilih sebagai Hari Bela Negara karena mengambil momentum peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 1948

Saat itu, 19 Desember 1948, Belanda melakukan serangan di Kota Yogyakarta yang merupakan Ibu Kota Indonesia kala itu.

Tak hanya menyerang ibu kota negara, Belanda juga menangkap Presiden Soekarno beserta Wakil Presiden Mohammad Hatta, Perdana Menteri Sutan Syahrir, dan beberapa tokoh lainnya.

Peristiwa itu membuat Ibu Kota negara dan pemerintahan kacau, sehingga dibentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat.

Tampuk kekuasaan didelegasikan kepada Syafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran Republik Indonesia. Hal ini dilakukan karena amanat dari Soekarno.

Syafruddin diminta menjalankan pemerintahan dengan membentuk dan mendeklarasikan berdirinya PDRI. Terbentuknya PDRI menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Republik Indonesia.

Dengan adanya PDRI, Indonesia berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada dan berdaulat.

NKRI masih berdiri meski ibu kota negara telah diserang dan para pimpinan negara ditangkap oleh Belanda.

Tahun ini, peringatan Hari Bela Negara mengusung tema "Bela Negaraku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh".

Berdasarkan amanat Presiden tertanggal 19 Desember 2021 yang diunggah di laman Kementerian Pertahanan, tema ini diambil sebagai refleksi bahwa seluruh elemen bangsa harus terus mengobarkan dan mengimplementasikan sikap rela berkorban demi bangsa dan negara.

Selain itu, semangat untuk tetap tumbuh bersama-sama menuju Indonesia maju.
(Disadur dari kompas.com)
 

Bagikan Ke: